Awalnya Memakai Gigi Kayu (Cikal bakal Sepatu Sepak bola)


Cibaduyut,

PADA mulanya, sepatu jenis apapun boleh dipergunakan di lapangan. Mulai sepatu alas polos, sepatu kerja, bahkan sepatu wanita dengan hak agak tinggi pun sah-sah saja dipakai pemain menendang bola.

Sampai kemudian, keluarlah peraturan FIFA pada 1863 yang membatasi aturan sepatu di lapangan hijau. Aturan itu berbunyi “”Yang tidak memakai paku menonjol, lempengan besi, atau getah karet pada sol sepatunya diperbolehkan bermain.”
Aturan tersebut menggiring produsen sepatu untuk serius menekuni sepatu bola. Diantaranya yang merintis adalah Herman Jansen pada Januari 1905. Ia membuka bengkel sepatu bola di rumahnya di Hengelo, Gerderland, Belanda Timur. Inilah yang jadi cikal bakal Reebok.
Mulai tahun 1910-an, sepatu dengan nama Cup Final Specials mendunia berkat “gigi-gigi” kayu di bagian bawah agar pemain mudah mencengkeramkan kakinya ke tanah.
Ujung sepatu dibuat dengan pola anyaman agar pemain mudah menggerakkan jari kakinya selama mengontrol bola. Bentuk gigi itu seperti tabung dengan tiga paku kecil berujung tajam. Pemain harus memakukan “kuku” itu ke sol dengan palu kecil
Era 1920-an, sepatu bola mulai diproduksi massal. Persaingan di antara sesama produsen pun timbul. Dan ini mendorong produsen untuk menggandeng pemain terkenal sebagai ikon produk mereka. Bintang Inggris, Stanley Matthews mencatatkan diri sebagai pemain pertama yang disewa sebagai bintang iklan sepatu pada 1951.
Pemain bintang lain pada menyusul.. Sepatu Bobby Charlton, contohnya, beredar pada 1964. Dua tahun kemudian, muncul sepatu bermerek Pele, yang dibuat sesuai tuntutan gaya main lincah ala pemain Brasil tersebut. Kini, semua pemain bintang tak lepas dari ikon berbagai produk sepatu bola. (Persda Network/berbagai sumber)

Dari Hitam Polos ke Pink Menyala
SAMPAI era 1980-an, pakem warna sepatu bola adalah hitam, atau cokelat dengan strip putih. Warna itu dianggap identik dengan sosok macho seorang pesepakbola. Masuk era 1990-an. ‘pemberontakan warna’ mulai bermunculan.
Adalah pemain Maroko, Moustafa Hadji yang jadi salah satu pelopor dengan memakai sepatu berwarna  merah pada tahun 1998.
Pada 1995, mantan pemain Liverpool, Craig Johnston, mendesain sepatu bernama
Predator yang diproduksi oleh Adidas. Sepatu ini menggunakan kulit kanguru sebagai
lapisan luarnya yang diklaim mempermudah lengkung arah bola. Klaim ini membuat
sepatu itu laris manis dan antara lain dipakai eksekutor seperti Zinedine Zidane, David
Beckham, dan Steven Gerrard.
Kini, sepatu bola tersedia dalam beragam warna. Nike, misalnya, pernah membuat sepatu berwarna genit merah muda, Nike Mercurial Vapor Rosa.  Di antaranya dipakai oleh
Nicklas Bendtner dan Franck Ribery.
Tak mau kalah, bintang Barcelona, Lionel Messi, menyukai warna biru
terang Adidas F50i yang dikenakannya pada final Liga Champions 2009. Sepatu dengan
lapisan SprintSkin dari bahan sintentis antiair nan fleksibel tersebut juga akan menghiasi
kaki pemain ternama pada kualifikasi Piala Dunia 2010. (Persda Network/berbagai sumber)

Begitulah……

About sepatukulitku

penggemar kulit
This entry was posted in artikelku. Bookmark the permalink.

2 Responses to Awalnya Memakai Gigi Kayu (Cikal bakal Sepatu Sepak bola)

  1. yono kus says:

    mas harganya berapa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s